Subscribe Twitter FaceBook

Sabtu, Maret 13, 2010

Did my manager in point of fact recognized my gayness?

“Behind Every Great Woman There’s a Fabulous Gay Man” – Dave Singleton Pagi yang cerah, gw bersiap untuk ke kantor dengan membawa beberapa dokumen yang memang seperti hari-hari lainnya selalu gw bawa. Kenapa harus gw bawa pulang kemudian gw bawa lagi ke kantor tiap hari?? Ah, itu bukan topik utama yang harus gw ceritakan disini :)

Hari itu hari Jum’at, selain baju batik dan celana dengan bahan Lea serta cutbray style yang adalah favorite style gw, gw juga dah menyiapkan tas gembol gw yang berisi laptop dan jinjingan kecil paper bag yang gw isi sebuah buku, tempat kacamata, dua buah charger hape dan 7 lembar undangan seminar.

Buku apa yang gw bawa hari itu?? O Great, ini adalah buku pertama yang gw beli tanpa perencanaan, I mean gw memang bener-bener ngga merencanakan untuk beli buku ini, terlebih ini adalah salah satu Gay Themed Book yang akhirnya menjadi bagian dari koleksi Buku-Buku bertema Gay yang tersembunyi di salah satu bagian kamar gw, buku ini ngga sengaja gw beli sesaat setelah gw iseng-iseng screening judul-judul buku yang tersusun rapi di jendela kaca sebuah toko buku sambil nunggu temen kantor gw yang ngajak pulang bareng, hingga akhirnya gw berhenti di satu judul buku yang berhasil membuat gw berdecak “What?? fabulous!!!”…

“Behind Every Great Woman There’s a Fabulous Gay Man” – Dave Singleton. How could I stopped my mouth to say ‘Fabulous’ since I read the title. Itu buku bener-bener bikin gw penasaran sambil menebak-nebak, “pasti buku ini menceritakan bahwa gay memang patut diterima karena gay bisa sangat bersahabat bagi siapa saja”.

Akhirnya gw masuk ke toko buku itu dan sekelebat menggamit buku yang sedianya telah gw tuju kemudian berjalan ke arah cashier dan meletakkan buku tersebut di meja.

Gw merasakan seperti ada tatapan aneh dari arah depan gw, gw membalas tatapan itu dengan melemparkan jutaan signal. Gw berhasil membaca susunan kata yang tersimpan dalam tatapan cashier perempuan itu, “Ih, ganteng-ganteng homo… kasian banget sih!!!”. Tangannya tak berhenti mengetikkan tombol-tombol register seraya matanya terdiam pada satu objek yaitu gw, gw juga ga mau kalah!! gw membalas bahasa pikiran itu, “biarin!! daripada elo, ngga cakep udah keliatan tua tapi masih jadi cashier aja, kasian deh lo….”, hehehe… maap ini cuma khayalan gw doang :p

Gw bersegera mengeluarkan selembar uang 100 ribuan dari dompet gw, setelah mendapatkan kembalian dan ucapan terima kasih gw langsung membalas terima kasih itu dan bersegera untuk meninggalkan tempat itu sambil berjalan layaknya gw adalah seorang DIVA Gay ternama seantero jagad… hahaha… *LEBAY*

No, no… berita buruknya adalah gw ngga akan menceritakan isi buku itu disini, hahaha… Lo semua harus beli buku itu dan baca sendiri, gw jamin lo ngga akan nyesel beli buku itu. Yang gw beli adalah versi translate-nya Ve Handoyo.

Gw sengaja membawa serta buku itu ke kantor, you know hari Jum’at adalah hari dimana setiap orang akan bersiap untuk libur dari rutinitas harian yang memakan waktu pribadi tiap orang dan waktu-waktu bersama keluarga, tapi tidak untuk gw… berhubung gw adalah pekerja retail, means gw ngga libur dikala orang lain sedang menikmati hari liburnya, lain daripada itu biasanya pekerjaan gw tidak seberat hari-hari biasanya, makanya gw akan menyiapkan satu atau dua buah buku untuk membunuh waktu di kala itu.

Sampailah gw dikantor gw, masuk ruangan yang sebenarnya adalah ruangan bersama antara gw dan manager gw, meletakkan paper bag gw di atas cabinet, buka laptop, bales-bales email, beres… sekarang waktunya gw manuver sekeliling store sembari memastikan beberapa staff mengerjakan hal yang tepat disaat yang tepat dan mendapati orang-orang yang tepat juga :)

Gw balik  ke ruangan gw, ow ternyata manager gw dah dateng juga. Entah dorongan apa yang memaksa gw sepertinya gw harus melihat kembali bagian atas cabinet yang posisinya persis disamping meja gw. OMG, posisi paper bag gw kok berubah???

“Pagi pak”… sapa gw

“Oh… pagi sinmau”, jawab manager gw…

Setelah itu tidak ada lagi obrolan lanjutan antara gw dan manager gw, kami sama-sama disibukkan oleh aktifitas masing-masing.

Gw kembali meninggalkan ruangan gw untuk mengambil sesuatu di pantry dan dilanjutkan ke toilet untuk setoran pagi yang biasanya pasti melegakan hati dan perut juga tentunya… Sekembalinya gw ke ruangan, OMG, Ow please… *telapak-tangan-kiri-memegang-pinggul-dan-tangan-kanan-menyentuh-dahi-menirukan-gaya-Arzetti-Bilbina*

Posisi paper bag itu….. berubah lagi….

Gw tetap berusaha untuk tidak memperdulikan perubahan posisi paper bag gw, tapi yang pasti seharian itu manager gw ngga seperti biasanya, ngga ada obrolan hari itu, ngga ada pertanyaan apapun baik tentang pekerjaan maupun kondisi keuangan gw… haha

pertanyaannya adalah :

Did my manager in point of fact recognized my gayness?

2 org temen yg komen, siapa aja sih?:

fai mengatakan...

so? what do you think?
did ure manager know if you are?

Lumbunghati mengatakan...

heran aja kalo manager tau dan berubah sikap karena personality staffnya, apa menjadi gay mempengaruhi kualitas kerja? I dont think so

FB Like for Lelaki Indonesia

 

I am officially BACK

Posted by Sinting Maut

Hey there… I’m Back again… Oops… loh, kok pada biasa aja sih?? hahaha, iya iya gw sadar emangnya siapa gw yang sekonyong-konyong menghilang tanpa kabar meninggalkan sejuta tanya hingga menimbulkan banyak persepsi negatif bahkan kemungkinan terburuk dibilang sok mensucikan diri, lari dari kenyataan, dan masih banyak lagi yang lainnya kemudian sekonyong-konyong pula hadir kembali mengharapkan sambutan meriah…. huhuhu, situ arteees… wkwkwkwk :)

One Night Stand to Love

Posted by Sinting Maut

I’m just a person who not into a one night stand guy. Tapi kadang suka kepikir aja, kira-kira apa yang biasa dilakukan oleh seseorang yang suka banget sama perjalanan hidup one night stand (ONS)? Gw sebenernya ngga terlalu ambil pusing sama kehidupan orang lain utamanya gay, terserah dia mau one night stand, money oriented, love oriented, or other kind of ‘sucks’ oriented things. ‘Cos I know that they must be have their own reasons to pace their life, and me myself also.

Cintaku hilang

Posted by Sinting Maut

Pikiran ini seperti buntu tak melaju Imajinasi yang aku punya seakan berlalu Entah kemana ia melayang kemudian hilang Yang aku tau jalan hidupku menjadi semakin tak menentu Tanpa kamu di hatiku Dan syair itupun mengiringi langkahku untuk mengingatmu :

I’m a Homo, I’m a Janda, forever? don’t know

Posted by Sinting Maut

Ngga gampang loh jadi homo janda kaya gw… *situ siapah?? hahaha Whatever, gw memang bukan public figure, gw juga bukan orang terkenal apalagi sampe dikenal sama homo-homo sejagad raya, tapi yang jelas I’m a Homo, I’m a queer, I’m a Janda, and will it lasting forever? I don’t know…

Rama & Julian

Posted by Sinting Maut

Bagi mereka, Cinta ini mungkin terlarang untuk kita Tapi justru cinta ini yang membuat kita semakin kuat setiap harinya Hari ini, besok, dan seterusnya