“hahaha, sabar… sabar… lo bukan siapa-siapa sekarang”
“Lha, aku dari dulu kan memang bukan siapa-siapa?”
“tapi tetep aja lo ga senengkan dengan sikap mereka??”
“Ah, sudahlah… aku ngga pernah ambil pusing dengan sikap orang lain, dan aku ngga punya hak mengubah orang lain”
“termasuk cara mereka memperlakukan lo??”
“Apa yang mereka lakukan terhadap aku??”
“Ya dengan memandang lo sebagai bukan siapa-siapa!!”
“Hey, aku memang bukan siapa-siapa, siapalah aku?? aku ada disini tidak lebih hanya untuk bersenang-senang, ketika tidak ada lagi kesenangan, untuk apa aku disini??”
“Coba deh lo lebih jujur, apa iya lo bener-bener seneng disini??”
“Tempat ini, aku suka tempat ini lebih karena tempat ini berbeda, aku suka dengan beberapa orang yang juga ada disini, aku tidak peduli jika ada banyak yang tidak menyukai aku disini”
“Lo harus pergi dari sini!!! lo harus membebaskan diri dari sini, dengan begitu gw juga bisa terbebas dari kungkungan ketidaknyamanan orang-orang yang berfikiran dangkal dan sikap mereka yang tidak punya kesopanan”
“ngga!! aku ngga akan pergi sampai ada seseorang yang memintaku pergi”
“ah sudahlah… gw harap lo segera mati bosan dan nyesel sama semua keputusan lo!!”
“Haha, tidakkah kamu sadar, jika aku mati kamu akan mati juga bersamaku”
*hening*
Langit terlihat lebih redup dari sebelumnya, semilir angin satu persatu berusaha mengangkat serpihan daun kering yang bertebaran tapi tidak juga sanggup terangkat karena terpatahkan oleh tekanan udara yang lebih stabil dan merata.
Seorang gadis cantik semakin mendekat, hingga membuatku sedikit kejut ketika jari-jari tangannya yang halus mulai menyentuh bahuku.
“Alex… hari sudah mulai gelap, ngga baik duduk sendirian dibawah pohon beringin sore-sore, masuk yuk sama suster”
Aku menatapi wajahnya yang memang cantik dengan rambut terurai lembut. Perlahan aku membaca sebuah tulisan kecil di dada kirinya.
Elizabeth Angelica Tobing
Perawat
RS. Sumber Waras
Popularity: 11% [?]
Mungkin terkait dengan postingan yang ini:
